Kilas Berita Perkembangan Peraturan Perundang-undangan

Mantan Hakim Konstitusi Harjono berpendapat bahwa jumlah regulasi seharusnya tidak menjadi masalah asalkan berkualitas dan memfasilitasi kepentingan publik atau bahkan negara.

 

"Tidak masalah bila ada obesitas regulasi, banyak pun tidak masalah asalkan dapat memfasilitasi apa yang memang dibutuhkan," ujar Harjono dalam Konferensi Nasional Hukum Tata Negara di Jember, Jawa Timur, Minggu (12/11/2017).

 

Menurut dia, perampingan regulasi tidak akan banyak membantu bila tidak bisa memenuhi kebutuhan publik atau negara, apalagi bila akhirnya menimbulkan konflik.

 

"Hanya sedikit (regulasi) tapi kalau konflik dan bertentangan satu dengan yang lain, maka ujungnya tidak akan ada kepastian hukum," kata Harjono.

 

Kendati demikian, Harjono mengakui bahwa kondisi Indonesia pada saat ini memang sedang mengalami obesitas regulasi serta belum memfasilitasi kepentingan publik dan atau nasional.

 

Menurut dia, banyak kepentingan publik atau nasional yang tidak dapat berjalan seiring dengan upaya percepatan pembangunan dan ekonomi, akibat berbenturan dengan regulasi yang masih tumpang tindih.

 

"Oleh sebab itu saya setuju dengan adanya penataan kembali regulasi, namun harus dilihat kembali sistem dan konstitusionalnya," ujar Harjono.

 

Harjono kemudian mengatakan setuju untuk melakukan pemangkasan terhadap peraturan yang dinilai tidak memfasilitasi atau bahkan menghalangi kepentingan publik atau negara.

 

Penataan regulasi ini diperlukan mengingat Indonesia sedang mengalami obesitas regulasi dan sebagian besar regulasi tidak memfasilitasi kepentingan publik dan atau kepentingan nasional.

 

Kementerian Hukum dan HAM mencatat setidaknya terdapat 12.400 regulasi yang telah dibentuk dalam kurun waktu tahun 2000 hingga 2015.

 

Presiden Joko Widodo sendiri sudah berulang kali menegaskan bahwa semua kementerian dan lembaga pemerintahan atau daerah harus mulai menghentikan kebiasaan membentuk peraturan atau regulasi yang sesungguhnya tidak diperlukan, dengan tujuan untuk mengurangi gejala obesitas regulasi.

 

 

 

 

 

Sumber: rilis.id