Kilas Berita Perkembangan Peraturan Perundang-undangan

Setiap warga negara asing (WNA) harus memenuhi beberapa syarat ketika bekerja di Indonesia. Salah satunya, transfer ilmu dan teknologi.

Transfer teknologi juga berlaku di seluruh bidang, termasuk arsitek. Hal itu yang akan dirumuskan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Arsitek. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kemampuan arsitek lokal.

Anggota Komisi V DPR RI A Bakri mengatakan,‎ aturan tersebut bukan untuk menghambat pihak asing masuk ke Indonesia. Tetapi, untuk memastikan transfer ilmu dari pihak luar ke lokal bisa berjalan dengan baik.

"Proteksi bukan berarti kita melarang, menghambat. Tidak. Protek dalam rangka agar transfer ilmu antara arsitek luar dengan lokal bisa dilakukan," kata Bakri, di ruang rapat Komisi V Gedung Kura-Kura Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/10/2016).

Politikus PAN itu mengungkapkan, agar transfer ilmu bisa berjalan dengan baik, Komisi V berniat membentuk Dewan Arsitek Indonesia (DAI).‎ Diharapkan, implementasi transfer ilmu untuk pengembangan kemampuan lokal bisa dirasakan arsitek lokal. "Sehingga ke depan arsitek kita bersaing hingga ke luar negeri," kata Bakri.

Keberadaan DAI diyakni akan mampu mengawasi implementasi transfer ilmu agar tak akan tumpang tindih dengan instansi lain. Nantinya akan dirumuskan tugas dan fungsi pokok DAI. "Jadi, nanti jelas nanti tugasnya pasti beda," ucap Bakri.

Selain pembentukan DAI, Bakri menyampaikan bahwa RUU Arsitek bertujuan melengkapi aturan terdahulu dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini. "Sebab, arsitek juga harus mengikuti zaman. Kalau tidak, tidak akan dipergunakan arsitek kita," ujarnya.

 

 

 

 

Sumber: metrotvnews.com