Artikel Hukum Tata Negara dan Peraturan Perundang-undangan

1.  Pendahuluan 

Bahasa sebagai sebuah sistem sangat berperan dalam mengungkapkan suatu gagasan secara tertulis maupun secara lisan. Pemahaman terhadap suatu gagasan akan mudah dilakukan jika pengungkapan gagasan itu ditata secara teratur, rapi, dan lugas. Demikian halnya dengan bahasa Indonesia yang digunakan sebagai peng­ungkap gagasan dalam berbagai ragam, baik dalam ragam hukum maupun dalam ragam lain juga akan mudah dipahami jika diungkapkan secara teratur, rapi, dan lugas.

Kemudahan pemahaman terhadap suatu gagasan juga dapat dilakukan dengan jalan mengenali atau sekurang-kurangnya mengetahui ciri-ciri tertentu suatu ra­gam yang digunakan itu. Ciri suatu ragam biasanya tampak menonjol pada penggu­naan bentuk leksikal tertentu. Misalnya, kata vulkanis, tektonis, lahar, dan gempa akan muncul dalam ragam geologi; kata klinis, farmasi, vaksin, zat aditif, repro­duksi, sperma, dan ovom akan muncul dalam ragam kedokteran atau kesehatan; dan kata perdata, pidana, kasasi, tertuduh, terdakwa, dan sanksi akan muncul da­lam ragam hukum. Selain ciri leksikal, ciri lain, misalnya, ciri morfologis dan sin­taktis juga dapat digunakan untuk melihat suatu ragam tertentu.

2. Bahasa dalam Perundang-Undangan

2.1
Kaidah Umum
          
Bahasa Indonesia dalam perundang-undangan pada dasarnya hanya merupa­kan salah satu ragam bahasa yang tidak banyak berbeda dengan ragam bahasa Indonesia yang lain. Yang membedakan ragam ini dengan ragam yang lain hanyalah terletak pada (1) format penyajian yang khas dan (2) pemakaian kata/istilah ter­tentu beserta terminologinya, sedangkan kaidah yang lain, yaitu kegramatikalan kalimat dan penulisannya tetap harus tunduk pada kaidah yang ada. Dengan kata lain, bahasa yang digunakan dalam perundang-undangan haruslah menggunakan ra­gam bahasa baku atau standar. Bahasa baku atau standar ialah bahasa yang dapat dijadikan acuan atau tolok ukur, baik dalam hal kegramatikalan kalimat--menca­kup struktur kalimat serta bentuk dan pilihan kata--maupun dalam hal penulis­annya.

 

Download artikel selengkapnya: